Skip to main content

Bedanya "di" sambung dan "di" pisah gimana?

Bedanya "di" sambung dan "di" pisah gimana?

Pernah nulis “dirumah” padahal harusnya “di rumah”? Atau malah nulis “di makan” padahal yang bener “dimakan”? Tenang, kamu gak sendirian — banyak orang juga masih sering kebingungan sama kata “di” yang satu ini.

Jadi gini, “di” itu punya dua peran. Yang pertama sebagai awalan (prefiks) yang bikin kata kerja jadi pasif. Yang kedua sebagai kata depan (preposisi) yang nunjukin tempat, waktu, atau arah. Cara gampangnya: kalau “di-” itu artinya “dikenakan perbuatan” atau bisa diganti jadi “meng-”, maka itu ditulis serangkai. Contoh: “dimakan” bisa diganti jadi “mengmakan” — oke, berarti sambung. “Diurus” → “mengurus” → sambung juga.

Nah, kalau “di” itu nunjukin tempat, waktu, atau arah, maka ditulis terpisah. “Di rumah”, “di kantor”, “di pagi hari”, “di atas meja” — semua terpisah. Gampang, kan? Coba ganti “di” itu jadi “meng-”. Kalau gak masuk akal (“mengrumah”? “mengkantor”?), berarti itu kata depan, bukan awalan.

Tapi ada satu pengecualian yang bikin orang sering kaget: “di mana” itu tetap ditulis terpisah, meskipun gak nunjukin tempat secara langsung. Misalnya “Kamu di mana sekarang?” — ini tetap “di mana”, bukan “dimana”. Alasannya karena “di” di sini berfungsi sebagai kata depan yang melekat pada kata tanya “mana”, bukan awalan yang membentuk kata kerja pasif. Jadi aturan sederhananya: kalau “di” diikuti “mana”, selalu pisah.

Satu lagi contoh yang sering bikin bingung: kata “balik”. Bisa jadi “dibalik” (sambung) atau “di balik” (pisah). Kalau “dibalik cerita ini” artinya “terbalik”, berarti sambung. Tapi “di balik cerita ini” artinya “sebelah sana dari cerita”, berarti pisah. Yang membedakan adalah makna dalam konteks kalimatnya.

Jadi intinya: kalau “di” bikin kata jadi pasif atau bisa diganti “meng-”, sambung. Kalau “di” nunjukin tempat/waktu/arah, pisah. Kalau diikuti “mana”, selalu pisah. Simpel, kan?

sumber: Mentari Groups | Threads @niaghania