Skip to main content

Daerah Pesing di Jakarta Barat beneran bau pesing?

Daerah Pesing di Jakarta Barat beneran bau pesing?

Kalau kamu pernah lewat daerah Pesing di Jakarta Barat, mungkin pernah kepikiran: “Kenapa namanya Pesing ya? Apa beneran bau pesing di sana?”

Ternyata, cerita soal asal-usul nama ini agak lebih menarik dari yang kamu duga.

Mitos: Bau Kuda di Pasar

Cerita yang paling sering didenger soal Pesing ini bunyinya begini: dulu kawasan itu adalah tempat berkumpulnya para pedagang yang bawa barang pake gerobak ditarik kuda (yang dulu disebut pedati). Kuda-kuda ini sering kencing di jalanan, dan baunya cukup menyengat sampai orang yang lewat harus tutup hidung. Makanya, warga menyebut tempat itu “Pasar Pesing” atau cuma “Pesing” aja.

Cerita ini memang menarik dan logis — tapi sayangnya, itu bukan asal-usul nama yang sebenarnya.

Fakta: Nama dari Bahasa Sunda

Menurut sejarawan Adolf Heuken, nama “Pesing” ternyata berasal dari kata bahasa Sunda, yaitu “peusing” yang artinya trenggiling (atau dalam bahasa Latin: Manis javanica). Hal ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh budaya Sunda di Jakarta bagian barat pada masa lalu.

Nama Pesing sudah muncul di peta sejak tahun 1780, waktu itu ditulis “Piesing” dengan ejaan Belanda. Penduduk di kawasan ini bahkan masih banyak yang pakai bahasa Sunda sampai akhir abad ke-19. Jadi nama “Pesing” itu sudah ada jauh sebelum pasar jadi ramai dan kuda mulai kencing di mana-mana.

Pada tahun 1881, kawasan ini dibeli Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dan masuk wilayah administratif Kecamatan Kebon Jeruk. Sejak itu nama Pesing makin dikenal luas.

Kenapa Orang Percaya Mitos Bau Kuda?

Mungkin karena bunyinya mirip — “Pesing” = bau kencing — jadi orang langsung nyambung. Apalagi kalau dulu memang banyak kuda yang kencing di jalanan pasar, kesan itu makin nempel. Tapi ternyata, nama itu udah ada sejak zaman dahulu kala, jauh sebelum pasar Pesing jadi ramai kayak sekarang.

Bonus: Pesing Koneng

Ada juga yang nyebut daerah ini “Pesing Koneng.” Nama “Koneng” konon berasal dari bunyi lonceng perlintasan kereta api yang bunyi “kloneng, kloneng, kloneng” waktu ada dua kereta lewat barengan. Warga kemudian nyingkat jadi “Koneng.” Jadi nama lengkapnya jadi Pesing Koneng — unik juga ya.

Jadi intinya, daerah Pesing gak bau pesing karena kuda kencing di sana. Namanya berasal dari trenggiling dalam bahasa Sunda yang udah dipake sejak ratusan tahun lalu. Mitos bau kuda cuma cerita rakyat yang kebetulan bunyinya cocok.

sumber: Bisnis.com, Kompas.com