Skip to main content

Di depan orang lupa mau ngomong apa, kenapa ya?

Di depan orang lupa mau ngomong apa, kenapa ya?

Pernah gak sih lagi ngomong di depan orang, terus tiba-tiba kosong? Udah di ujung lidah, tau banget mau ngomong apa, tapi pas dibuka malah lupa total. Rasanya sebal banget, apalagi kalau yang ditungguin lagi manyun. Ternyata fenomena ini udah dipelajari para psikolog sejak tahun 1890-an dan namanya cukup terkenal: tip-of-the-tongue phenomenon.

Otak kita nyimpan kata di dua “laci” terpisah. Yang pertama = makna atau ide kata (yang ini biasanya masih nyala). Yang kedua = bentuk bunyi atau cara ngomonginnya (ini yang sering macet). Saat otak kamu nyoba ambil sebuah kata, dua laci ini harus sinkron. Masalahnya, ada ratusan ribu kata di memori yang mirip-mirip — kadang ada kata lain yang “nyegat” di jalan, makanya kamu ngerasa tau tapi gak bisa nyebut. Studi Brown & McNeill (1966) yang klasik ngebuktiin: orang yang lagi TOT biasanya masih bisa inget huruf awal, jumlah suku kata, atau irama katanya — artinya otak emang udah separuh jalan, tapi gak sampe. Dan makin banyak kata di memori seseorang (misalnya bilingual atau multilingual), frekuensi TOT ini makin sering karena “macetnya” makin banyak.

Di depan orang, grogi bikin segalanya lebih parah. Saat kamu merasa diperhatiin, otak melepas hormon stres (kortisol) yang secara langsung ngganggu kinerja korteks prefrontal — bagian otak yang bertugas narik kata dari memori. Makin kerasa pressure-nya, makin susah retrieve-nya. Ironisnya, makin keras kamu maksa buat inget, makin susah ketemu — efek ini namanya ironic process theory (Wegner, 1994). Jadi yang terjadi: otakmu justru fokus ke “jangan lupa” alih-alih fokus ke “apa katanya”, dan akhirnya makin blank. Makanya tips paling ampuh buat ngelawan TOT itu bukan maksa inget, tapi santaiin dulu — biasanya kata itu muncul sendiri beberapa detik kemudian.

Kabar baiknya: TOT itu normal banget dan bukan tanda masalah ingatan. Psikolog William James udah nulis soal ini di bukunya The Principles of Psychology tahun 1890, dan dari sekian banyak bahasa di dunia, 45 dari 51 bahasa yang diteliti punya istilah sendiri buat fenomena ini — artinya hampir semua budaya pernah ngalamin. Jadi kalau lagi di depan orang terus tiba-tiba blank, santai aja — otakmu lagi “buffering”, bukan rusak 😄

sumber: Wikipedia: Tip-of-the-tongue phenomenon & PubMed: TOT Research (PMID 30347655)