Kenapa bersin bisa keluar pas liat matahari?

Pernah gak sih, lagi jalan-jalan terus keluar dari ruangan gelap langsung kena matahari terang, eh tiba-tiba bersin? Atau pas nyetir keluar dari terowongan langsung bersin-bersin? Kalau iya, kamu gak sendirian. Sekitar 18 sampai 35 persen orang di seluruh dunia ngalamin hal yang sama. Bahasa kerennya, ini namanya photic sneeze reflex — atau kalau disingkat lucu, ACHOO syndrome (Autosomal dominant Compelling Helio-Ophthalmic Outburst).
Jadi kenapa sih sinar matahari bisa bikin bersin? Ternyata bukan karena hidung kena cahaya langsung atau karena panas bikin keringat di dalam hidung (itu teori lama yang udah dibantah). Yang terjadi sebenarnya ada di otak. Saraf yang mengatur penglihatan (nervus optikus) dan saraf yang mengatur penciuman/bersin (nervus trijeminus) lokasinya berdekatan di otak. Ketika mata tiba-tiba kena cahaya terang, sinyal listrik dari mata “bocor” atau “cross-talk” ke jalur saraf bersin. Otak bingung, dikiranya ada iritasi di hidung, padahal enggak. Akhirnya, bersin deh — refleks otomatis yang sebenarnya gak diperlukan.
Yang menarik, refleks ini sifatnya turun-temurun dan dominan. Artinya, kalau salah satu orang tuanya punya kecenderungan ini, kemungkinan kamu juga punya adalah 50 persen. Dan yang bikin penasaran lagi, refleks ini dipicu oleh perubahan intensitas cahaya, bukan oleh warna atau panjang gelombang tertentu. Makanya, keluar dari ruangan gelap ke terang itu paling sering memicunya — lebih sering dari cahaya matahari yang stabil.
Gak ada obat khusus untuk ini, tapi ada cara menguranginya: pakai kacamata hitam waktu keluar ruangan supaya transisi cahaya gak terlalu tajam. Yang agak serius, ada studi kasus dokumen seorang pria 26 tahun yang mengalami tiga kecelakaan mobil gara-gara bersin tak terkendali pas kena sinar matahari pas nyetir. Jadi kalau kamu termasuk yang punya reflex ini, hati-hati aja kalau lagi nyetir atau operasi alat berat ya — pastikan dokter atau petugas juga tahu kondisi kamu.