Kenapa buah musiman sih, gak bulanan aja?

Pernah gak sih pengen makan mangga tapi ternyata musimnya durian? Atau lagi kepingin buah naga tapi pas greget-gregetnya malah jarang dijual? Memang kadang bikin gereget kalau buah favorit kita cuma muncul di bulan-bulan tertentu. Kenapa gak bisa aja sih buah itu ada sepanjang tahun kayak di supermarket impor?
Jawabannya gampang: tanaman buah itu punya “jam internal” yang nyetir kapan harus berbunga dan berbuah. Yang paling berpengaruh itu dua hal — suhu udara dan lama paparan sinar matahari (fotoperiode). Tanaman butuh periode dingin tertentu (disebut vernalisasi) untuk “bangun” dari masa dorman dan mulai berbunga. Kalau suhu gak turun cukup rendah, siklus berbuahnya terganggu. Makanya mangga di Indonesia berbuah di musim kemarau (Agustus-Oktober) karena sebelumnya ada periode kering yang bikin tanaman “stres” dan memicu pembentukan bunga.
Selain itu, tanaman juga punya batasan energi. Membuahkan itu mahal secara metabolik — tanaman harus “investasi” banyak nutrisi ke buah yang isinya biji buat generasi berikutnya. Kalau harus berbuah terus-menerus tanpa istirahat, tanamannya bisa mati kehabisan cadangan makanan di tanah. Makanya musim dingin atau kering jadi waktu istirahat bagi pohon, dan musim subur (hujan/cerah) jadi waktu panen raya.
Yang menarik, tanaman juga “membaca” kondisi lingkungan sekitarnya. Pohon yang tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia berbeda siklusnya dari pohon di daerah beriklim sedang. Di daerah tropis, variasi suhu tidak terlalu ekstrem, tapi tetap ada siklus musim kemarau dan hujan yang jadi penanda utama. Itulah kenapa rambutan muncul di bulan yang sama tiap tahunnya — tanaman sudah “terprogram” berdasarkan pengalaman ribuan tahun evolusi.
Ada juga alasan ekologis. Tanaman berevolusi untuk buah matang di waktu yang tepat supaya hewan penyebar biji (burung, kelelawar, monyet) sedang aktif. Kalau semua buah matang bareng di satu waktu, mereka berebut perhatian penyebar biji. Dengan bergantian musim, tiap spesies buah punya “jalur” sendiri. Makanya musim mangga beda dari musim rambutan, dan musim durian beda dari musim salak.
Jadi intinya: buah musiman itu bukan soal tanamannya malas, tapi bagian dari desain alam yang canggih — biar tanaman tetap hidup lama, biji tersebar optimal, dan ekosistem tetap seimbang. Kalau semua buah ada sepanjang tahun, yang terjadi justru tanaman kehabisan energi dan ekosistem jadi kacau balau.
sumber: Britannica - Fruit (botany)