Skip to main content

Kenapa harus mode pesawat pas naik pesawat?

Kenapa harus mode pesawat pas naik pesawat?

Siapa sih yang gak pernah disuruh pramugari “Mohon aktifkan mode pesawat” setiap kali pesawat mau lepas landas? Kebanyakan orang nurut, tapi gak sedikit yangheran: “Emang penting banget ya? HP gue gak bakal bikin pesawat jatuh kan?” Jawabannya lebih rumit dari yang kita bayangkan, dan ternyata bukan cuma soal keselamatan penerbangan doang.

Sinyal HP di ketinggian = masalah buat menara seluler

Jadi begini, saat pesawat terbang di ketinggian ribuan meter, HP kita tetap nyari sinyal dari menara seluler di bawah. Masalahnya, di ketinggian itu satu HP bisa “kelihatan” oleh puluhan menara sekaligus — jauh lebih banyak dari biasanya di darat. Kalau cuma satu HP mungkin gak masalah, tapi kalau ada ratusan penumpang yang HP-nya nyari sinyal barengan, itu bisa bikin kewalahan jaringan seluler di darat. Menara-menara itu jadi bingung harus handle sinyal dari mana, dan gangguan ini bisa merambat ke jaringan yang dipakai orang di bawah sana.

Makanya, di Amerika Serikat, regulasi Federal Communications Commission (FCC) justru melarang penggunaan ponsel di pesawat — bukan karena pesawatnya yang bahaya, tapi karena jaringan seluler di darat yang bisa kewalahan. Jadi ada dua alasan: keselamatan penerbangan DAN kenyamanan pengguna jaringan di bawah.

Gangguan elektromagnetik ke sistem pesawat

Selain soal jaringan, ada concern soal gangguan elektromagnetik (EMI) ke sistem navigasi dan komunikasi pesawat. HP kita memancarkan gelombang radio saat mencari sinyal, dan meskipun pesawat modern sudah di-shielding dengan sangat baik, potensi gangguan tetap ada — sekecil apapun. Dalam dunia penerbangan, di mana keselamatan prioritas utama, bahkan risiko 0,01% pun tetap diperhitungkan. Pilot pakai radio VHF untuk komunikasi dengan menara pengawas, dan GPS untuk navigasi — frekuensi-frekuensi ini bisa terganggu oleh sinyal HP yang masuk di spektrum yang berdekatan.

Belum lagi kalau ada banyak penumpang yang HP-nya aktif bersamaan, sinyalnya bisa terakumulasi. Satu HP mungkin gangguannya kecil, tapi ratusan HP yang nyala barengan? Itu jadi cerita lain.

Kenapa beberapa pesawat sekarang sudah bisa WiFi?

Pertanyaan bagus. Beberapa maskapai sekarang memang menyediakan WiFi di pesawat, tapi itu lewat sistem yang berbeda total dari sinyal seluler biasa. WiFi di pesawat pakai teknologi satellite atau Air-to-Ground (ATG) yang dirancang khusus untuk bekerja di ketinggian, jadi gak mengandalkan menara seluler di darat. Itu sebabnya kamu bisa WiFi-an di pesawat tapi tetap harus aktifkan mode pesawat — dua hal yang keliatan kontradiktif, tapi sebenernya gak saling bertentangan.

Mode pesawat mematikan sinyal seluler (2G/3G/4G/5G) dan Bluetooth, tapi WiFi bisa dinyalakan ulang secara manual setelah mode pesawat aktif. Jadi pramugari tetap minta kamu pakai mode pesawat dulu, baru nyalain WiFi kalau pesawatnya support.

Jadi emang wajib atau cuma aturan basa-basi?

Secara hukum, ya wajib — terutama saat lepas landas dan mendarat. Beberapa maskapai memang mulai melonggarkan aturan ini di fase cruise (terbang stabil di ketinggian), tapi untuk take-off dan landing, mode pesawat tetap non-negotiable. Dan jujur aja, gak ada alasan kuat untuk gak nurut — cuma satu tombol, hemat baterai pula. HP kamu di mode pesawat biasanya tahan lebih lama karena gak terus-terusan nyari sinyal.

Jadi next time disuruh aktifkan mode pesawat, jangan cuma pura-pura nyalain ya. Satu tombol kecil, tapi kontribusinya buat keselamatan penerbangan dan kenyamanan semua orang cukup besar.

sumber: Wikipedia - Mobile phones on aircraft