Skip to main content

Kenapa jagung bisa meledak jadi popcorn?

Kenapa jagung bisa meledak jadi popcorn?

Pernah perhatiin nggak, butiran jagung yang keras dan kecil tiba-tiba bisa meledak jadi camilan ringan yang kita nikmatin di bioskop? Ternyata di balik tampilannya yang sederhana, ada proses fisika yang cukup seru.

Jagung untuk popcorn itu punya jenis khusus, namanya Zea mays everta. Yang bikin spesial adalah cangkangnya yang super kuat — jauh lebih keras dari jagung biasa. Di dalam cangkang itu tersimpan air sekitar 14-20%. Nah, pas kita panasin, air di dalam berubah jadi uap. Uap ini nggak bisa keluar karena cangkangnya terlalu kuat, jadi tekanan di dalam makin lama makin besar. Suhu di dalam bisa mencapai sekitar 180 derajat Celcius! Pada titik tertentu, cangkangnya nggak kuat lagi dan pecah — pop! — jagungnya meledak.

Yang terjadi setelah ledakan itu juga keren. Pati (starch) yang ada di dalam jagung langsung mengembang jadi busa putih yang kemudian mengeras saat terkena udara dingin. Ukurannya bisa membesar 20 sampai 50 kali lipat dari ukuran aslinya! Makanya satu mangkuk jagung kecil bisa jadi satu toples popcorn.

Tapi nggak semua jagung bisa meledak lho. Hanya jenis flint corn tertentu yang punya kombinasi cangkang kuat dan kadar air pas. Jagung manis (sweet corn) atau jagung biasa yang kita makan sebagai sayur nggak akan pop karena cangkangnya terlalu tipis — uapnya bocor duluan sebelum sempat menumpuk tekanan.

Jadi sebenernya popcorn itu bukan “meledak” dalam arti bahan peledak, tapi lebih ke ledakan uap di dalam ruang tertutup. Sama kayak pressure cooker yang katupnya terbuka tiba-tiba, cuma versi skala kecil dan jauh lebih enak rasanya.

sumber: Wikipedia — Popcorn