Skip to main content

Kenapa jamur suka tumbuh di tembok kamar mandi?

Kenapa jamur suka tumbuh di tembok kamar mandi?

Tembok kamar mandi yang tadinya bersih pelan-pelan muncul bercak gelap, ada yang hitam, ada yang kehijauan, dan kalau didekatkan tercium bau apek. Sudah disikat pakai pembersih sampai kinclong, tapi beberapa minggu kemudian bercaknya balik lagi di tempat yang sama. Yang bikin heran, kamar lain yang lebih jarang dibersihkan justru adem ayem aja.

Ternyata biang keroknya bukan “kotor” atau kurang disikat, tapi air. Jamur menyebar lewat spora yang ukurannya super kecil, gak keliatan mata, dan sudah beterbangan di udara rumah kita maupun di dalam debu. Spora itu nggak akan jalan-jalan jadi jamur kalau cuma nempel di tembok kering. Dia baru mulai tumbuh setelah mendarat di permukaan yang basah atau lembap. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyebutnya tegas: dari sekian banyak jenis jamur, nggak ada satu pun yang bisa tumbuh tanpa air atau kelembapan.

Nah, kamar mandi itu gudangnya uap air. Setiap kali kita mandi pakai air panas, uapnya naik dan menempel ke dinding, langit-langit, nat keramik, sampai sealant di sela-sela. Di permukaan yang lebih dingin, uap itu berubah lagi jadi titik-titik air alias kondensasi. Kalau kamar mandi gak punya exhaust fan atau jendelanya ketutup terus, uap itu nggak ke mana-mana dan kelembapan ruangan nangkring tinggi berjam-jam. Menurut EPA dan CDC, kelembapan udara di atas 60 persen sudah cukup buat spora jamur mulai tumbuh, jadi angka idealnya dijaga di kisaran 30 sampai 50 persen.

Makanannya juga gampang dicari. Jamur bisa hidup di cat tembok, wallpaper, debu yang nempel, kertas, karton, kayu, sampai karpet, dan karena dia memakan material yang ditumbuhinya, lama-lama temboknya yang rusak. Jenis jamur dalam ruangan yang paling umum menurut CDC adalah Cladosporium, Penicillium, dan Aspergillus. Ini juga mitos yang perlu dibongkar: bercak hitam dianggap tanda kamar mandi jarang dibersihkan, padahal yang salah itu airnya, bukan sikatnya. Membersihkan sampai bercaknya hilang tetap perlu, tapi kalau kelembapannya nggak dibereskan, spora bakal datang lagi. Warna jamur juga bukan patokan bahaya: hitam belum tentu paling beracun, putih atau kehijauan belum tentu aman. CDC menyarankan kita nggak perlu repot menebak jenisnya, cukup bersihkan jamurnya dan perbaiki sumber airnya. Yang paling murah justru langkah yang sering diabaikan: nyalakan exhaust fan atau buka jendela pas mandi, keringkan area yang basah dalam 24 sampai 48 jam, dan jaga kelembapan ruangan tetap rendah.

sumber: US EPA — A Brief Guide to Mold, Moisture and Your Home · US EPA — Mold Course Chapter 2: Why and Where Mold Grows · CDC — Mold