Kenapa kalau sendirian sering suka ngomong sendiri?

Pernah gak sih lagi di kamar sendirian, terus tanpa sadar mulai ngomong kayak lagi ngejawab pertanyaan? Atau bahkan lagi marah-marah sendiri ngebayangin situasi yang belum terjadi? Kalau iya, tenang aja — lo gak sendirian (heh). Ternyata, ngomong sendiri itu hal yang sangat umum dan otak kita punya alasan kenapa suka banget melakukannya.
Jadi gini, otak kita itu gak suka kalau pikiran cuma muter-muter di dalam tanpa keluar. Saat lo ngomong sendiri — entah pelan-pelan atau pake suara keras — otak lo sebenernya lagi “ngeluarin” proses berpikir biar lebih jelas. Penelitian dari University of Michigan (2023) nemuin bahwa self-talk — atau ngobrol sama diri sendiri — bisa bantu otak memperkuat memori, fokus, dan bahkan ngatur emosi. Jadi pas lo ngomong “aduh harusnya tadi gue bilang apa ya” itu sebenernya otak lo lagi latihan komunikasi, bukan lo gila.
Yang lebih seru, ada dua jenis self-talk yang beda fungsinya. Yang pertama itu self-talk instruktif — kayak kalau lo lagi masak sendirian dan bilang “oke sekarang masukin bumbunya pelan-pelan.” Ini bantu otak ngatur langkah-langkah secara verbal. Yang kedua itu self-talk motivasi — kayak pas lo lagi nervous mau presentasi dan ngeremehin diri sendiri “udahlah lo pasti bisa, ini cuma 5 menit.” Studi dari University of Waterloo (2022) nemuin bahwa pakai nama sendiri waktu ngomong sendiri (“Lo pasti bisa, [nama lo]”) ternyata lebih efektif daripada pakai kata ganti “gue” — karena bikin otak ngerasa lagi ngobrol sama orang lain, jadi lebih objektif.
Jadi intinya, ngomong sendiri itu gak ada hubungannya sama kesendirian atau kesepian. Itu lebih ke otak kita yang butuh “speaker” buat memproses pikiran jadi lebih terstruktur. Bahkan banyak penulis, atlet, dan koki profesional yang sengaja ngomong sendiri pas kerja karena bikin mereka lebih fokus. Jadi kalau ketahuan ngomong sendiri tinggal bilang aja: “Gue lagi ngoptimalkan kognitif.”
sumber: University of Michigan — Self-Talk Research, University of Waterloo (2022)