Kenapa kita bisa mengerutkan kulit kalau ke air lama?

Pernah gak sih habis mandi atau berendam lama, kulit jari jadi keriput kayak buah kering? Kebanyakan orang (termasuk dokter jaman dulu) bilang itu karena kulit menyerap air — osmosi, katanya. Tapi ternyata itu MITOS.
Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2000-an membuktikan kalau kulit mengerut di air itu adalah respons aktif dari sistem saraf, bukan proses pasif. Caranya: kalau ada orang yang punya kerusakan saraf di jari (misalnya karena cedera), jarinya TIDAK akan mengerut meskipun direndam berjam-jam. Ini bukti kuat bahwa tubuh kita “menyuruh” kulit mengerut secara sadar lewat saraf simpatis, bukan karena air masuk ke sel kulit.
Lalu kenapa harus ada fitur aneh kayak gini? Ternyata ada hipotesis yang cukup meyakinkan: jari keriput itu memperbaiki cengkeraman kita di permukaan basah. Bayangin kamu harus menggenggam batu licin di sungai — jari yang keriput punya alur seperti ban mobil, jadi air bisa terbuang dan cengkeraman jadi lebih kuat. Studi tahun 2013 dari University of Newcastle bahkan menunjukkan bahwa subjek dengan jari keriput bisa mengambil benda basah jauh lebih cepat dan stabil dibanding jari yang masih mulus. Jadi ini bukan efek samping acak — tubuh kita “sengaja” bikinnya.
Jadi intinya: kulit mengerut di air itu bukan karena kulit “kena air”, tapi karena saraf kita aktif merespons kelembapan. Evolusi ternyata punya rencana di balik hal yang kelihatannya sepele banget.
sumber: Current Biology (2013) — Water-Induced Finger Wrinkles Improve Handling of Wet Objects