Skip to main content

Kenapa kita merinding pas denger lagu yang keren/sedih?

Kenapa kita merinding pas denger lagu yang keren/sedih?

Pernah gak sih lagi denger lagu, terus pas bagian chorus-nya naik tiba-tiba bulu kuduk pada berdiri sendiri? Atau malah ngerasain semacam “wave” menjalar dari punggung ke atas? Kamu gak sendirian — dan ternyata ini punya nama ilmiah: frisson.

Frisson itu istilah dari Bahasa Prancis yang artinya “menggigil.” Secara sains, ini adalah respons tubuh terhadap stimulasi yang bikin kita merasa puas atau terharu. Saat otak “kena” oleh perubahan mendadak dalam musik — naik nada, tiba-tiba pelan, atau bagian yang dramatis — sistem saraf simpatis langsung aktif. Otak melepas hormon dopamin di area bernama nukleus akumbens, yang sama area yang aktif kalau kita lagi senang banget atau lagi jatuh cinta. Efeknya? Rambut-rambut halus di kulit berdiri (piloereksi), dan kita ngerasain sensasi “merinding” yang khas.

Yang menarik, gak semua orang bisa ngerasain frisson. Riset dari American Academy of Neurology (2025) menunjukkan bahwa orang yang sering merinding saat denger musik punya serat saraf yang lebih padat di otaknya — khususnya yang menghubungkan area pemrosesan suara dengan pemrosesan emosi. Jadi kalau kamu termasuk orang yang gampang merinding denger lagu, itu sebenernya tanda konektivitas otak kamu cukup bagus. Malah ada yang bilang ini indikator kesehatan kognitif yang baik.

Jadi kalau kamu lagi denger lagu terus merinding, jangan kaget — otak kamu lagi kasih reward ke diri sendiri. Sensasi ini cuma berlangsung beberapa detik, tapi di baliknya ada jaringan saraf yang bekerja keras bikin kamu ngerasain musik lebih dalam dari sekadar “denger.”

sumber: Wikipedia - Frisson, Columbia Asia - Penjelasan Ilmiah Merinding Dengar Musik