Skip to main content

Kenapa kita sering gosok mata waktu bangun tidur?

Kenapa kita sering gosok mata waktu bangun tidur?

Setiap kali bangun tidur, hampir semua orang pasti langsung mengucek mata. Tanpa sadar, tangan sudah naik ke wajah dan jari-jari mulai menggosok area sekitar kelopak. Kebiasaan ini begitu alami sampai jarang ada yang bertanya: kenapa sih kita melakukan itu?

Jawabannya ada di kelenjar air mata. Waktu kita tidur, kedipan mata berhenti hampir total — padahal normalnya kita kedip sekitar 15-20 kali per menit. Karena gak ada kedipan, air mata yang diproduksi terus-menerus selama tidur gak tersebar ke seluruh permukaan mata. Akibatnya, cairan itu menggenang di sudut-sudut mata dan bercampur dengan sel-sel kulit mati, protein, dan lendir. Hasilnya? Kerak kecil yang kita sebut “belekan” atau “sleep crust” — yang bikin mata terasa lengket dan gatal pas bangun.

Gosok mata sebenarnya adalah respons alami tubuh untuk membersihkan kerak itu dan merangsang produksi air mata baru. Saat jari menekan area kelopak, tekanan itu membantu melonggarkan kotoran yang mengering dan sekaligus memijat kelenjar air mata supaya mulai bekerja lagi. Makanya setelah gosok, mata terasa lebih segar dan jernih — karena aliran air mata sudah normal kembali.

Tapi hati-hati, kebiasaan ini bisa jadi masalah kalau terlalu keras atau terlalu sering. Mengucek mata dengan tekanan kuat bisa menyebabkan goresan kecil di kornea (lapisan terluar bola mata), yang bikin mata lebih rentan infeksi. Dalam jangka panjang, tekanan berulang bahkan bisa mengubah bentuk kornea — kondisi yang disebut keratoconus. Jadi kalau bisa, cukup tepuk-tepuk lembut area kelopak atau kompres dengan tisu basah setelah bangun tidur.

Yang menarik, kebiasaan mengucek ini juga terkait dengan sistem saraf otonom — bagian tubuh yang kerja tanpa perintah sadar. Waktu mata terasa tidak nyaman, saraf trigeminal di sekitar kelopak mengirim sinyal ke otak, dan otak secara refleks memerintahkan tangan untuk menggosok. Sama seperti bersin atau berkedip, ini adalah mekanisme pertahanan tubuh yang sudah ada sejak lahir.

sumber: All About Vision, American Academy of Ophthalmology, Cleveland Clinic