Skip to main content

Kenapa kita suka ngomong pas lagi tidur?

Kenapa kita suka ngomong pas lagi tidur?

Pernah denger temen atau adik kamu ngomong sendiri pas tidur? Besoknya ditanya, dia pasti bilang gak inget sama sekali. Padahal kadang ngomongnya jelas banget, kayak lagi bales chat orang — padahal matanya masih merem.

Istilah medisnya mengigau, atau somniloquy, dan masuk kategori parasomnia (perilaku aneh yang muncul saat tidur). Fakta yang banyak bikin kaget: ini BUKAN cuma terjadi pas lagi mimpi. Mengigau bisa keluar di tahap tidur mana pun, jadi otak kamu memang lagi “setengah nyala” — sebagian bagian belum benar-benar pindah ke mode tidur, dan aktivitas yang biasanya cuma jalan pas bangun ( kayak ngomong ) ikut kebawa. Serunya, jumlahnya banyak banget: studi menyebut 2 dari 3 orang pernah ngalamin seumur hidup, dan anak-anak lebih sering lagi — separuh anak kecil pernah mengigau, dibanding cuma 5% orang dewasa.

Nah, mitos paling terkenal soal ini: ngomong pas tidur = lagi bongkar rahasia. Hollywood suka banget pakai trope ini, tapi kenyataannya hampir gak pernah kejadian. Kebanyakan gumaman pas tidur itu gak jelas dan gak nyambung — bukan pengakuan hati yang paling dalam. Yang bikin kita ngomong pas tidur biasanya hal-hal duniawi: kurang tidur, jet lag, stres dan cemas, demam, sampai faktor keturunan (katanya sih bisa jalan dalam keluarga). Otak yang kelelahan cuma lebih susah “menutup rapat” mulut kita.

Kapan perlu waspada? Hampir gak pernah — mengigau sendiri gak berbahaya. Tapi kalau ngomongnya disertai teriak, nendang, atau gerakan kasar (terutama pas REM tidur), itu beda cerita: namanya REM behavior disorder, cuma kena ~1% orang, dan lebih sering pada laki-laki usia 50+ ke atas. Kalau itu yang terjadi, baru deh konsultasi ke dokter. Selebihnya, cukup tidur teratur, kurangi kopi sore-malam, dan biarin aja — toh besoknya kamu sendiri gak akan inget.

sumber: Mass General Brigham · Alodokter