Kenapa kucing suka garuk-garuk bantal pakai kaki depan?

Kalau kamu pelihara kucing, hampir pasti pernah liat momen ini: si kucing mendarat di bantal atau selimut, terus mulai dorong-dorong pakai kaki depannya secara bergantian, kadang sambil “menggaruk” permukaan kainnya. Gerakannya kayak lagi mengadon adonan kecil — makanya orang-orang ngejulukinnya “making biscuits”. Kelihatan polos dan lucu, tapi ada alasan serius di baliknya.
Jawaban paling kuat datang dari masa kecilnya. Anak kucing waktu nyusu ke induknya bakal “menguleni” perut induk pakai kaki depan — gerakan ini merangsang aliran ASI. Kebiasaan ini otomatis hilang waktu dewasa, tapi buat sebagian kucing justru nempel terus sebagai kenangan nyaman. Jadi kalau kucing kamu mulai menguleni bantal sambil purr-purr, itu tanda dia ngerasa aman dan relax banget, persis kayak perasaannya waktu masih kecil.
Tapi ada lapisan lain selain soal nyaman. Kucing punya kelenjar aroma di telapak kaki depannya, dan waktu mereka menggaruk atau menguleni kain, kelenjar itu ikut ninggalin jejak aroma samar. Buat manusia mah gak kecium, tapi buat kucing lain ini kayak nempel stiker “milik siapa” di bantal itu. Mitos vs fakta: yang bener bukan kucing lagi “bertarung” atau iseng — mereka emang makhluk yang komunikasinya lewat bau.
Satu alasan lagi yang gak kalah masuk akal: insting menyiapkan “sarang”. Di alam liar, kucing garuk-garuk rumput atau tanah dulu biar tempat tidurnya empuk dan bersih sebelum berbaring. Bantal di rumah kamu kebetulan jadi pengganti rumputnya. Jadi garuk-garuk bantal itu campuran rasa nyaman, menandai kepemilikan, sekaligus ngerapiin tempat tidur — bukan tanda ada yang salah sama kucingmu.
sumber: Best Friends Veterinary Center · Fullwood Animal Hospital · Royal Canin Indonesia