Skip to main content

Kenapa kuku terus tumbuh padahal kita gak suruh?

Kenapa kuku terus tumbuh padahal kita gak suruh?

Pernah gak sih kepikiran, kenapa kuku kita terus panjang sendiri tanpa diminta? Kita gak pernah bilang “hai kuku, tolong tumbuh ya” tapi tiap minggu pasti harus dipotong. Jawaban singkatnya: kuku itu tumbuh dari bagian yang kita gak bisa lihat.

Bagian kuku yang kelihatan sehari-hari itu sebenernya udah mati. Iya, kuku yang keras dan berkilau itu terbuat dari protein keratin — bahan yang sama dengan rambut dan kuku kaki. Karena udah mati, makanya potong kuku gak sakit sama sekali. Tapi di balik kulit, tepatnya di pangkal kuku dekat kutikula, ada bagian hidup namanya nail matrix (matriks kuku). Di sinilah “pabrik” kuku bekerja.

Nail matrix terus-menerus membelah diri menghasilkan sel-sel baru. Sel-sel ini lalu mengeras dan mati (proses yang disebut keratinisasi), dorong kuku yang udah mati ke depan. Jadi yang kita lihat sebagai kuku panjang itu sebenernya sel-sel mati yang “didorong” oleh sel-sel baru dari dalam. Keren banget mekanismenya — kayak conveyor belt alami yang gak pernah berhenti. Rata-rata kuku tangan tumbuh sekitar 3,5 mm per bulan, jadi butuh waktu 3–6 bulan buat kuku tumbuh total dari awal. Kuku kaki lebih lambat, cuma sekitar 1,6 mm per bulan.

Yang bikin unik, pertumbuhan kuku itu terus-menerus, beda sama rambut yang punya fase istirahat. Selama nail matrix masih sehat dan dapat nutrisi, dia akan terus produksi sel baru tanpa henti. Makanya kuku terus panjang meski kita gak pernah “menyuruh” — karena yang “menyuruh” itu adalah tubuh kita sendiri lewat mekanisme seluler yang sudah jalan otomatis sejak kita lahir.

Oh iju, ada mitos populer yang bilang kuku tetap tumbuh setelah kita meninggal. Itu gak benar. Yang terjadi adalah kulit di sekitar kuku mengering dan mengecil setelah kematian, sehingga kuku terlihat lebih panjang dari sebelumnya. Padahal ukurannya sama aja — cuma ilusi optik dari kulit yang mengerut.

sumber: Wikipedia - Nail (anatomy), PMC/NIH - Understanding the Nail Barrier, BBC Future