Kenapa lampu jalan kota kebanyakan oranye?

Kalau malam-malam jalan kota, warna yang paling khas justru bukan putih, tapi oranye kekuningan. Hampir semua lampu jalan tua berwarna kayak gitu, dari kampung sampai jalan tol. Banyak yang mikir itu biar keliatan “hangat” atau bagus buat estetika kota. Ternyata bukan — warnanya nempel sendiri dari bahan lampunya.
Lampu jalan klasik itu namanya lampu uap natrium (sodium vapor). Di dalamnya ada natrium metalik yang dipanaskan sampai menguap, lalu dialiri listrik biar nyala. Nah, natrium itu kalau terangsang listrik cuma mau memancarkan cahaya di satu gelombang tertentu, sekitar 589 nanometer — dan gelombang itu persis kelihatan sebagai kuning-oranye. Jadi warna oranye itu bukan dipilih desainer, melainkan “sifat alami” natrium. Sama kayak kenapa api kompor biru: warnanya datang dari zatnya, bukan dari pilihan estetika.
Lalu kenapa natrium yang dipakai, bukan lampu biasa aja? Alasannya satu: hemat. Lampu uap natrium termasuk sumber cahaya paling efisien yang pernah dibuat — dia mengubah listrik jadi cahaya terang dengan boros sedikit. Versi tekanan rendahnya bisa menghasilkan sekitar 100-200 lumen per watt, jauh lebih banyak dari lampu pijar tua yang cuma sekitar 15. Buat pemerintah kota yang harus nyala ribuan lampu tiap malam, selisih itu berarti tagihan listrik yang jauh lebih ringan. Ditambah lagi umurnya panjang, jadi jarang ganti.
Ada satu twist yang jarang orang tahu: sebenarnya warna oranye ini justru kelemahannya. Cahaya natrium tekanan rendah itu monokromatik — hanya satu warna — sehingga benda di bawahnya susah dibedakan. Ada eksperimen terkenal: mobil merah dan mobil hitam keliatan sama-sama item di bawah lampu natrium tekanan rendah. Karena itu versi tekanan tinggi (HPS) dikembangkan dengan spektrum lebih lebar, meski warna oranye-kuningnya tetap dominan dan hasil render warnanya tetap pas-pasan.
Kabar terbarunya: cahaya oranye itu makin punah. Belakangan banyak kota beralih ke LED putih yang lebih hemat lagi (di atas 130 lumen per watt) dan warnanya jauh lebih akurat. Los Angeles aja berhasil menghemat lebih dari 63% energi setelah menukar sekitar 160.000 lampu sodium-nya ke LED. Jadi suatu hari nanti warna oranye khas jalan malam mungkin bakal jadi kenangan — bukan karena jelek, tapi karena memang udah waktunya ganti generasi.
sumber: Wikipedia — Sodium-vapor lamp · Edison Tech Center · EESI — L.A. Goes LED