Skip to main content

Kenapa mimpi aneh lebih gampang diinget daripada mimpi biasa?

Kenapa mimpi aneh lebih gampang diinget daripada mimpi biasa?

Tiap malam kita “nonton” film yang kita nggak pernah beli tiketnya: kadang jadi superhero, kadang dikejar sesuatu yang nggak jelas, kadang cuma jalan-jalan di jalan yang nggak ada ujungnya. Begitu bangun, hampir semua hilang dalam hitungan detik. Tapi satu jenis mimpi selalu berhasil nyangkut sampai sarapan: yang aneh.

Kenapa begitu? Dulu otak nggak me-record mimpi kayak kamera. Mimpi terbentuk waktu kita masuk fase REM, fase tidur yang paling banyak mimpi. Nah, di fase itu bagian otak buat berpikir logis dan menyimpan catatan rapi (korteks prefrontal) relatif lesu, sementara pusat emosi (amigdala) justru aktif banget. Hasilnya: adegan jadi mustahil, alurnya acak, tapi rasanya intens — dan yang intens selalu lebih lengket di ingatan.

Ini juga sudah diuji di lab, dan namanya keren: bizarreness effect. Dalam satu penelitian yang terbit di jurnal Sleep (1993), sepuluh partisipan dibangunkan tiga kali semalam selama empat malam saat tidur REM, diminta menceritakan mimpi yang barusan dialami. Pagi harinya mereka diminta melaporkan ulang mimpi-mimpi tadi. Hasilnya: isi mimpi yang aneh lebih sering muncul lagi di laporan pagi dibanding isi mimpi yang biasa. Yang lebih menarik, penyebabnya bukan cuma karena hal aneh itu lebih langka. Otak ternyata memproses dan mengode hal-hal aneh lebih kaya: lebih banyak detail, lebih banyak kaitan, jadi lebih banyak “pintu” untuk mengingatnya lagi nanti.

Faktor kedua: emosi adalah lem yang bikin memori nempel. Sebuah studi dari UC Irvine yang terbit di Scientific Reports tahun 2024 (125 partisipan) menemukan bahwa orang yang merasa sempat bermimpi punya daya ingat lebih baik untuk gambar-gambar emosional, dan reaksinya ke hari berikutnya jadi lebih “laid-back”. Sementara materi yang netral justru cenderung dibuang. Jadi otak kita seperti punya kebiasaan menyortir: yang membosankan dan biasa saja dilewatkan, yang emosional dan aneh disimpan.

Jadi kalau ada yang bilang mimpi aneh itu pertanda atau bisikan. Eh, gampangnya gini: itu cuma cara otak merangkai ulang potongan memori yang nyasar, ditambah rasa-rasa sisa hari yang belum kamu bereskan. Yang bikin ia nempel bukan maknanya, tapi keanehannya. Kalau penasaran pengin lebih sering inget mimpi: begitu bangun, jangan langsung pegang HP dulu. Tulis atau ceritakan satu-dua kalimat, karena menit-menit pertama setelah bangun adalah momen paling rapuh bagi ingatan mimpi.

sumber: PubMed — Bizarreness effect in dream recall (Sleep, 1993) · UC Irvine — Dreaming is linked to improved memory consolidation and emotion regulation · PMC — EEG oscillations during sleep and dream recall