Kenapa minyak goreng bisa meletup-letup kalau kena air?

Pernah nggak lagi goreng tahu atau ayam, terus tiba-tiba minyaknya meletup-letup kayak fireworks mini? Apalagi kalau bahannya basah atau baru dicuci. Rasanya pengen lari, tapi tetap lanjut goreng karena udah telanjur panasin minyak. Ternyata yang bikin minyak meletup itu bukan si minyaknya, melainkan airnya.
Jadi begini ceritanya. Minyak goreng biasanya dipanaskan sampai suhu sekitar 170–200 derajat Celcius. Nah, air punya titik didih di 100 derajat Celcius. Jadi waktu air ketemu minyak yang super panas, air itu langsung menguap dalam waktu yang super cepat — bahkan lebih cepat dari kedipan mata. Uap air ini memuai sekitar 1.600 kali lipat dari volume aslinya. Bayangin, dari setetes kecil langsung jadi gelembung uap raksasa di tengah minyak.
Karena minyak itu lebih ringan dari air, air yang jatuh ke wajan akan tenggelam ke bawah dulu sebelum menguap. Waktu uapnya terbentuk, gelembung ini meletus ke atas dengan kekuatan yang cukup buat nembak tetesan-tetesan minyak ke mana-mana. Makanya letupan minyak itu datangnya dari bawah, bukan dari permukaan. Dan semakin banyak air yang masuk, semakin banyak juga letupannya.
Nah, sekarang ngerti kan kenapa resep masakan selalu bilang “pastikan bahan kering sebelum digoreng”? Bukan cuma soal rasa, tapi juga soal keselamatan. Satu tetes air aja di wajan berisi minyak panas sudah cukup bikin tangan atau muka kena cipratan. Tipsnya: kalau mau goreng sesuatu yang basah, tiriskan dulu sebentar, atau masukkan perlahan-lahan biar uapnya nggak langsung meledak bareng.
Jadi intinya, minyak goreng meletup itu bukan karena minyaknya galak, tapi karena air yang masuk ke wilayah yang terlalu panas buat dia. Mirip kayak kita masuk ruangan AC setelah panas-panasan — bedanya, versi minyak dan air ini jauh lebih dramatis dan panasnya lebih nyata.
sumber: Wikipedia — Cooking Oil Fire, Live Science