Skip to main content

Kenapa kita suka ngerasa ngantuk setelah makan banyak?

Kenapa kita suka ngerasa ngantuk setelah makan banyak?

Habis makan nasi porsi gede plus lauk lengkap, badan rasanya langsung berat. Padahal kita gak ngapa-ngapain selain duduk dan ngunyah. Lima menit kemudian mata mulai berat, dan kalimat “tidur 15 menit dulu ah” keluar dari mulut sendiri. Dalam dunia medis, kondisi ini namanya postprandial somnolence — bahasa kerennya food coma. Kabar baiknya: ini normal dan bukan tanda ada yang rusak di tubuh kita.

Menurut Cleveland Clinic, rasa ngantuk ini biasanya muncul 30 menit sampai 4 jam setelah makan, dan puncaknya sekitar satu sampai dua jam setelah kita berhenti ngunyah. Makin besar porsi dan makin tinggi kalori makanannya, makin kencang efeknya. Yang menarik, yang bikin ngantuk itu bukan cuma “kekenyangan” — jenis makanannya juga berperan besar. Nasi putih, mie, roti, dan makanan manis itu karbohidrat yang gampang banget dicerna, jadi gula darah naik cepat, lalu pankreas ngejar dengan melepas insulin banyak. Begitu gula darah turun lagi dengan cepat, tubuh malah jadi lemas dan ngantuk.

Ada lagi jalur lain yang lucu: protein di makanan mengandung triptofan, sejenis asam amino yang jadi bahan baku serotonin dan melatonin — dua hormon yang bikin kita tenang dan ngantuk. Biasanya triptofan kalah bersaing sama asam amino lain, tapi pas insulin lagi tinggi-tingginya setelah makan karbohidrat, dia jadi lebih gampang masuk ke otak. Makanan berlemak juga nambah efek ini, karena lemak bikin pencernaan kerja lebih lama dan lebih berat, jadi tubuh butuh energi lebih banyak buat nyelesaiin tugas itu.

Bonus faktor yang sering dilupain: jam biologis tubuh. Ada masa di awal-awal sore di mana kewaspadaan kita memang turun secara alami — makanya rasa ngantuk paling kerasa kalau kita makan siang besar. Kalau kita makan besar di malam hari saat kurang tidur, efeknya bisa lebih parah lagi.

Nah ini bagian mitos vs faktanya. Sampai beberapa waktu lalu, penjelasan populer soal food coma adalah “darah dari otak dipindah ke perut buat mencerna”. Ternyata para peneliti sekarang tahu penjelasan itu gak akurat. Yang lebih tepat: otak tetap dapat pasokan darah yang cukup, dan yang bikin ngantuk adalah sinyal dari saluran cerna, perubahan kadar gula serta asam amino di darah, dan pergeseran jalur kesadaran di otak. Jadi jangan pakai alasan “darah otak gue abis buat nyerna nasi” ya — secara ilmiah itu gak bener.

Kalau mau ngantuknya agak ringan, ada beberapa trik yang masuk akal: porsi jangan berlebihan, seimbangkan karbohidrat dengan protein dan serat, dan jangan langsung rebahan. Jalan kaki ringan beberapa menit setelah makan justru bantu pencernaan dan bikin kita gak langsung terkapar. Kalau rasa ngantuknya muncul terus-terusan dan mengganggu aktivitas, itu beda cerita — bisa jadi sinyal gula darah atau masalah kesehatan lain, jadi lebih baik diperiksa.

sumber: Cleveland Clinic — What Is a Food Coma (Postprandial Somnolence)? · Alodokter — Food Coma, Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya · Sleep Foundation — Why You Get Sleepy After Eating