Skip to main content

Kenapa pelangi cuma muncul pas hujan tapi mataharinya terik?

Kenapa pelangi cuma muncul pas hujan tapi mataharinya terik?

Pernah ngalamin hujan deras, terus tiba-tiba matahari nyembul padahal masih gerimis? Beberapa detik kemudian ada busur warna nongol di langit. Tapi kok cuma sebentar, dan cuma pas momen kayak gitu? Jawabannya bukan karena hujan dan matahari “ketemu”, tapi soal sudut.

Pelangi itu sebenernya cahaya matahari yang dibelokkan sama tetesan air. Waktu cahaya masuk ke tetesan hujan, jalannya dibelokkan (namanya pembiasan/refraksi) karena cahaya jalan lebih lambat di air dibanding di udara. Terus cahaya itu mantul di bagian belakang tetesan, lalu keluar lagi sambil dibelokkan sekali lagi. Nah, tiap warna punya panjang gelombang beda, jadi tiap warna dibelokkan dengan sudut yang beda juga — ungu paling bengkok, merah paling sedikit. Efeknya cahaya putih matahari kepisah jadi pita warna. Persis kayak prisma kaca, cuma tetesannya yang jadi prisma alami.

Karena tetesan air itu bentuknya bulat, hasil mantulannya juga bikin lingkaran. Makanya pelangi sebenernya bentuknya lingkaran penuh, tapi yang keliatan cuma separuhnya karena separuh lagi ada di bawah garis horizon, ketutup bumi. Yang bikin makin keren: posisi pelangi itu terpaku di sudut sekitar 42 derajat dari titik yang persis berlawanan dengan matahari (dari sudut pandang kita). Merah ada di sisi luar busur, ungu di sisi dalam.

Nah ini yang bikin syaratnya ketat. Karena pelangi butuh sudut segitu, matahari harus ada di belakang kita dan hujan ada di depan kita. Selain itu, posisi matahari harus rendah — kurang dari 42 derajat di atas horizon. Kalau matahari udah tinggi-tinggi kayak pas tengah hari, busur pelanginya ada di bawah horizon, jadi gak keliatan sama sekali. Makanya pelangi paling sering muncul pagi atau sore, bukan jam 12 siang. Kalau lihat pelangi yang lebih tipis di atasnya dengan urutan warna kebalik, itu pelangi sekunder — hasil pantulan kedua di dalam tetes air, keluar di sudut sekitar 50 derajat.

Terus bagian mitos vs faktanya: pelangi bukan benda yang “ada” di langit terus kita lihat. Pelangi itu fenomena optik yang bergantung ke posisi mata kita. Kalau kita jalan ke arah pelangi, pelanginya kelihatan ikut jalan juga, karena yang berubah itu tetesan mana yang kebetulan ada di sudut 42 derajat dari mata kita. Dua orang yang berdiri agak berjauhan sebenernya lagi lihat pelangi yang dibentuk oleh tetesan yang beda. Jadi jangan nyari ujung pelangi buat nyari harta karun ya — pelanginya gak punya ujung, karena makin dideketin, makin geser juga.

sumber: NOAA NESDIS — What Causes a Rainbow? · National Weather Service — How Do Rainbows Form? · National Geographic Education — Rainbow