Kenapa pisau tumpul malah lebih bahaya dari yang tajam?

Banyak orang sengaja nyimpen pisau yang udah gak tajam lagi, karena mikir pisau tumpul lebih aman kalau keserempet kulit. Yang bikin kaget, di dapur justru kebalikannya. Pisau tumpul itu biang keroknya, bukan pisau tajam.
Alasannya sederhana: pisau tumpul gak bisa “gigit” permukaan bahan yang dipotong. Ujungnya cuma mantul dan geser-geser di kulit tomat atau daging, jadi tangan otomatis nalurin tenaga lebih besar buat maksain. Begitu pisau kepleset, tenaga gede yang lagi kita keluarin itu ikut kebawa ke arah tangan. Di pisau tajam, tenaga kita kecil karena bilahnya langsung nyantol ke bahan, jadi kalaupun kepleset gak terlalu ngagetin.
Terus bentuk lukanya juga beda. Pisau tumpul biasanya bikin luka robek, karena kulit kayak ditekan sampai sobek, bukan diiris. Luka robek begini lebih susah nempel lagi dan bekasnya lebih kelihatan. Pisau tajam bikin sayatan rapi yang biasanya lebih gampang dirawat.
Jadi fakta yang sering kebalik: pisau tumpul gak bikin lebih aman, dia cuma bikin kita lebih nekat. Biar aman, biasain potong di talenan kayu atau plastik, jangan di piring keramik atau meja batu, karena permukaan keras itu cepet ngerusak mata pisau. Sesekali asah juga, lumayan daripada nunggu pisau jadi geser terus tiap motong.
sumber: URMC Rochester — Be Careful with Kitchen Knives, Cozzini Bros