Skip to main content

Kenapa sendok stainless kadang bau besi aneh di mulut?

Kenapa sendok stainless kadang bau besi aneh di mulut?

Pernah gak sih lagi asik ngunyah pake sendok, tiba-tiba muncul rasa logam yang aneh di mulut? Bukan pahit, bukan asem, tapi kayak ada “bau besi” yang nempel di lidah. Kadang cuma di sendok tertentu, kadang di sendok yang sama tapi gak selalu. Yang bikin bingung, sendoknya keliatan kinclong dan udah dicuci bersih.

Faktanya, logamnya sendiri sama sekali gak berbau. Stainless steel di suhu ruangan gak menguap, jadi gak ada “partikel besi” yang melayang masuk ke hidung. Yang kita rasain itu hasil reaksi kimia. Air liur kita itu elektrolit — ada garam dan asamnya — jadi pas kena permukaan sendok, sedikit ion besi (Fe²⁺) lepas dari logamnya. Ion besi ini lalu jadi katalis: dia ngebantu mecahin lipid peroksida (semacam lemak yang udah teroksidasi) dari sisa minyak di kulit dan mulut kita, dan hasil pecahannya keluar sebagai senyawa volatil — aldehida dan keton. Salah satu yang paling berperan namanya 1-octen-3-one, baunya metalik kecampur jamur, dan bisa kedeteksi di konsentrasi yang super kecil.

Bagian mitos vs faktanya: yang bikin rasa aneh bukan berarti sendoknya kotor, karatan, atau bahannya palsu. Justru stainless steel termasuk yang paling “gak berasa” di antara semua logam. Ada penelitian yang nyuruh 32 orang nyobain tujuh sendok dengan lapisan logam berbeda — emas, perak, seng, tembaga, timah, krom, dan stainless steel. Hasilnya, emas dan krom dianggap paling gak metalik dan paling gak pahit, sementara seng dan tembaga paling kuat rasa metaliknya. Logam yang paling gampang melepas ion di air (potensial elektrodanya paling negatif) memang yang paling berasa di mulut.

Terus kenapa sendok yang sama bisa beda-beda rasanya? Karena kondisinya beda. Makanan asam — saus tomat, perasan jeruk, cuka — bikin lapisan pelindung kromium oksida di permukaan stainless steel terkikis, jadi ion besi lebih gampang lepas. Sendok yang lembap disimpan di tempat tertutup, atau yang keseringan digosok sabut kasar, juga lapisan pelindungnya lebih tipis. Kalau kamu punya tambalan amalgam atau mahkota logam di gigi, efeknya bisa lebih tajam lagi: dua logam berbeda plus air liur sebagai penghantar itu bikin semacam baterai mini di mulut, dan arus kecil itu ngerangsang saraf lidah — sensasi logamnya jadi lebih nyolok.

Jadi harus khawatir gak? Enggak. Gak ada senyawa beracun yang kebentuk, dan besi yang lepas jumlahnya jauh lebih sedikit dari besi yang kita makan dari sepiring bayam atau hati ayam. Menariknya, kemampuan kita “nyium besi” ini kemungkinan warisan lama: peneliti menduga sensitivitas terhadap ion besi itu asalnya dari kemampuan nenek moyang kita nyium darah, buat ngejar buruan yang terluka. Jadi lain kali sendok kamu bikin rasa aneh, itu bukan tanda sendoknya kotor — cuma hidung dan lidah kamu yang kerja lebih peka dari yang kamu kira.

sumber: Helmholtz Centre for Environmental Research (UFZ) — “Money does not smell until it is touched” · EurekAlert — The smell of iron (Angewandte Chemie International Edition, 2006) · Laughlin et al., Flavour 2011 — The use of standard electrode potentials to predict the taste of solid metals