Kenapa telur bisa mengapung kalau udah tua?

Kalau kamu pernah denger tips “tes telur pake air”, pasti tahu trik sederhana ini: celupkan telur ke dalam baskom berisi air. Kalau tenggelam, telur masih segar. Kalau ngapung, wah, sudah waktunya diganti. Tapi kenapa sih bisa begitu? Kok telur yang udah tua malah ngapung padahal isinya tetap cair?
Ternyata rahasianya ada di cangkang telur yang ternyata porous — alias punya ribuan pori-pori kecil yang gak keliatan mata. Melalui pori-pori ini, udara pelan-pelan masuk ke dalam telur seiring waktu, sementara kandungan air di dalamnya perlahan menguap keluar. Akibatnya, di ujung telur yang membulat terbentuk yang namanya kantung udara (air cell). Telur baru dipanen kantung udaranya kecil banget, tapi makin lama telur disimpan, makin besar kantung udaranya.
Nah, kantung udara inilah yang bikin telur tua jadi lebih ringan secara keseluruhan. Dalam ilmu fisika, benda yang kurang padat dari air akan mengapung (ini prinsip Archimedes). Karena telur tua punya rasio udara-terhadap-cairan yang lebih besar dibanding telur baru, densitas totalnya turun. Hasilnya? Telur tua pun jadi ringan dan mampu mengapung di permukaan air.
Yang menarik, tes ini juga bisa kasih tahu seberapa tua telurmu. Telur yang cuma agak berat air (tenggelam tapi berdiri tegak di dasar) artinya sudah beberapa hari. Kalau telurnya miring di dasar, umurnya lebih tua lagi. Dan kalau sudah sepenuhnya ngapung di permukaan — itu tanda telur sudah cukup lama, dan lebih baik tidak dikonsumsi, apalagi kalau sudah bau saat dipecahkan.
Jadi, mulai sekarang kalau bingung ngecek kesegaran telur, gak perlu repot-repot cek tanggal kadaluarsa di kemasan. Cukup siapkan baskom air, celupkan, dan lihat apa yang terjadi. Sains kecil yang simpel, tapi super praktis di dapur!
sumber: Wikipedia - Egg (food)