Skip to main content

Kenapa tetesan air hujan selalu bulat?

Kenapa tetesan air hujan selalu bulat?

Kalau kamu disuruh gambar tetesan hujan, kemungkinan besar kamu menggambar bentuk air mata: runcing di atas, bulat di bawah. Padahal aslinya nggak kayak gitu. Tetesan hujan justru bulat, dan alasannya ada di “kulit” yang nggak kelihatan.

Kuncinya disebut tegangan permukaan. Molekul air itu saling tarik-menarik (karena ikatan hidrogen yang lemah antar molekul), sehingga permukaan air berperilaku kayak selaput tipis yang menahan isinya. Di dalam awan, tetesan terbentuk jadi bentuk paling stabil secara fisik — yaitu bola. Tiap molekul ditarik ke segala arah, nggak ada alasan buat membentuk sudut, jadilah bulat sempurna. Tetesan kecil (diameter di bawah 1 mm) tetap bulat terus sampai jatuh ke tanah.

Terus kenapa tetesan hujan besar keliatan agak gepeng? Pas jatuh, udara menekan bagian bawah tetesan lebih kuat daripada bagian atas, jadi bawahnya melebar kayak roti burger, sementara atasnya tetap membulat karena tegangan permukaan masih menang. Kalau tetesannya makin besar (lebih dari 4,5 mm), tekanan udara akhirnya menang dan tetesan itu pecah jadi tetesan-kecil yang bulat lagi.

Jadi mitos “hujan berbentuk air mata” itu salah — bentuk aslinya bola dari atas sampai bawah, dan yang bikin bulat justru tarikan antar molekul air itu sendiri.

sumber: NASA GPM · Kompas.com Skola