Skip to main content

Kenapa waktu terasa lambat kalau kita lagi kaget atau takut?

Kenapa waktu terasa lambat kalau kita lagi kaget atau takut?

Coba inget waktu paling kaget atau takut yang pernah kamu alami. Mungkin waktu hampir kecelakaan, atau jatuh dari ketinggian. Rasanya kayak semuanya bergerak pelan banget, kan? Kayak di film slow-motion gitu. Hal ini ternyata udah diteliti oleh banyak ilmuwan, dan jawabannya cukup bikin kaget.

Otak kita gak benar-benar “memperlambat” waktu. Ilmuwan bernama David Eagleman pernah melakukan eksperimen keren di Houston Space Center — peserta dibiarkan jatuh bebas selama 3 detik (sekitar 31 meter) sambil disuruh membaca angka yang berkedip super cepat di layar khusus. Kalau otak beneran memperlambat waktu, mereka seharusnya bisa membaca angka-angka itu. Ternyata? Mereka gak bisa. Kemampuan membaca mereka sama aja kayak normal.

Jadi, kalau otak kita gak benar-benar memperlambat waktu, kenapa kita bisa merasakannya? Ternyata ini masalah memori, bukan persepsi waktu. Saat kita kaget atau takut, otak langsung “mode darurat” — amigdala (bagian otak yang mengatur emosi) jadi sangat aktif dan menyimpan memori jauh lebih detail dari biasanya. Kita mengalami lebih banyak hal per detik dalam memori, jadi waktu kita flashback kejadian itu, rasanya kayak durasinya lebih lama.

Studi dari Wikipedia tentang time perception juga menyebutkan tentang tachypsychia — kondisi neurologis yang bikin persepsi waktu berubah drastis, biasanya terjadi saat kejadian traumatis atau exertion fisik yang berat. Selain itu ada juga yang namanya oddball effect — stimulus yang mengancam atau tidak biasa terasa 30-50% lebih lama dari stimulus normal. Ini bisa jadi mekanisme evolusi kita supaya bisa merespon bahaya lebih cepat.

Jadi intinya, waktu gak benar-benar melambat — tapi otak kita “merecord” pengalaman itu dengan lebih detail, sehingga kalau dikenang ulang, rasanya kayak waktu berhenti sejenak. Canggih banget ya otak kita! Mungkin inilah kenapa kejadian yang kita takutin sering terasa lebih lama dari kenyataannya.

sumber: Wikipedia - Time Perception, Live Science - Time Dilation