Kilat nyambar tempat yang sama dua kali, emang gak ada?

“Petir tidak pernah menyambar tempat yang sama dua kali.” Kalimat ini udah jadi pepatah umum yang sering kita denger — entah itu untuk hiburan setelah kena sial, atau cuma sekadar quote motivasi. Tapi ternyata, pernyataan itu sepenuhnya salah.
Faktanya, petir justru BISA dan SERING menyambar tempat yang sama berulang kali. Bahkan dalam satu badai yang sama, satu titik bisa kena petir beberapa kali dalam hitungan detik. Proses sambaran petir itu sendiri cuma makan waktu sekitar 30 milidetik — begitu cepat sampai petir bisa “memantul” bolak-balik di jalur yang sama dalam waktu yang nyaris bersamaan. Jadi secara teknis, satu sambaran yang kita lihat itu sebenarnya bisa terdiri dari beberapa hantaman berturut-turut.
Lalu kenapa bisa banyak yang percaya mitos ini? Mungkin karena secara keseharian, kita jarang banget lihat petir nyambar dua kali di titik yang persis sama. Tapi kalau dilihat dari data, di Amerika Serikat saja ada rata-rata 20 juta sambaran petir dari awan ke tanah setiap tahun. Dengan jumlah sebanyak itu, kemungkinan suatu lokasi kena petir lebih dari sekali itu justru sangat tinggi — apalagi kalau lokasinya tinggi dan terisolasi.
Contoh paling terkenal? Empire State Building di New York. Gedung pencakar langit ini disambar petir sekitar 25 kali setiap tahunnya! Gedung-gedung tinggi lain seperti Willis Tower di Chicago juga mengalami hal serupa. Bukan karena gedung-gedung ini “sial”, tapi karena bentuknya yang tinggi bikin jarak yang harus ditempuh petir (yang disebut “stepped leader”) jadi lebih pendek. Makin dekat jaraknya, makin besar kemungkinan petir “memilih” lokasi itu. Maka dari itu, gedung-gedung tinggi dilengkapi penangkal petir (lightning rod) untuk menyalurkan listrik tersebut ke tanah dengan aman.
Jadi kalau ada yang bilang “gak mungkin kena dua kali”, bilang aja: Empire State Building tiap tahun buktiin sebaliknya. Petir gak peduli mitos — yang ada cuma sains dan ketinggian.
sumber: Encyclopaedia Britannica | NOAA