Skip to main content

Sendirian kok malah suka khayal macem-macem ya?

Pernah gak sih lagi duduk sendiri, terus tiba-tiba pikiran melayang ke mana-mana? Bayangin lagi konferensi pers di depan semut, kejadian waktu SD yang bikin malu sampai sekarang, atau rencana liburan yang belum tentu jadi. Kayak ada TV dalam kepala yang terus ganti-ganti channel sendiri.

Sebenarnya ini bukan kamu doang — otak manusia memang “diprogram” buat kayak gitu. Para peneliti menyebutnya default mode network (DMN), yaitu jaringan otak yang otomatis aktif kalau kita lagi gak fokus ke sesuatu di luar. Artinya, begitu kamu sendirian dan gak ada yang minta perhatianmu, otak langsung “masuk mode bawaan”: ngulik memori, rencanain masa depan, atau sekadar berfantasi acak.

Yang menarik, para peneliti di Stanford memperkirakan kita menghabiskan sampai 50% waktu sadar kita di mode ini. Jadi khayal itu bukan anomaly — itu aktivitas default otak. Malah, DMN ini butuh energi yang cukup besar untuk tetap aktif, artinya otak “mengerjakan sesuatu” meskipun tubuhmu diam.

Nah, kenapa sendirian lebih sering terjadi? Karena kalau kita di sekitar orang lain atau lagi kerja, otak sibuk memproses input dari luar — suara orang ngomong, layar komputer, jalan yang dilewati. Tapi kalau sendirian, stimulus eksternal berkurang drastis. Otak yang butuh “bahan bakar” pikiran akhirnya mengambil dari memori dan imajinasimu sendiri.

Jadi next time kamu lagi sendirian dan keasyikan khayal, itu tandanya otakmu sedang bekerja — bukan malas, melainkan sedang menyusun ulang kenangan, merencanakan masa depan, atau sekadar menjaga agar otak tetap aktif meskipun tubuh lagi istirahat.

sumber: Stanford Neurosciences Institute • Poerio et al., 2017 — Social Cognitive and Affective Neuroscience