Skip to main content

Serba-serbi tahi lalat

Serba-serbi tahi lalat

Hampir semua orang punya tahi lalat di tubuhnya — entah cuma satu dua atau sampai puluhan. Tapi pernah gak sih kepikiran, itu tahi lalat dari mana datangnya dan kenapa bentuknya beda-beda?

Ternyata tahi lalat itu sebenernya kumpulan sel penghasil pigmen yang namanya melanosit. Biasanya melanosit tersebar merata di kulit, tapi kadang mereka numpuk di satu titik dan jadilah bintik kecil yang kita sebut tahi lalat. Jumlah tahi lalat di tubuh tiap orang itu beda-beda dan ternyata punya pola. Rata-rata orang punya sekitar 10 sampai 40 tahi lalat, tapi ada yang bisa sampai lebih dari 100. Faktor genetik main peran besar — kalau orang tua kita banyak tahi lalat, kemungkinan kita juga bakal banyak.

Selain itu, paparan sinar matahari juga bikin tahi lalat baru muncul, makanya bagian tubuh yang sering kena matahari kayak wajah, lengan, dan punggung biasanya lebih banyak tahi lalatnya. Yang perlu diperhatiin, gak semua tahi lalat itu sama. Ada yang datar, ada yang timbul, ada yang berbulu, dan warnanya pun bervariasi dari cokelat muda sampai hitam pekat.

Yang bikin agak serem adalah tahi lalat yang tiba-tiba berubah bentuk, warna, atau ukurannya. Dokter kulit punya aturan dasar yang disebut ABCD untuk cek tahi lalat mencurigakan: Asimetris (bentuk gak simetris), Border (tepinya gak rata), Color (warna gak seragam), dan Diameter (lebih dari 6 milimeter). Kalau ada tahi lalat yang memenuhi kriteria ini, sebaiknya langsung konsultasi ke dokter karena bisa jadi tanda melanoma, sejenis kanker kulit.

Yang menarik, tahi lalat sebenernya bisa berubah seiring waktu — muncul yang baru, yang lama memudar, atau ukurannya berubah sedikit. Proses ini normal, tapi tetap harus dipantau. Jadi mulai sekarang, sesekali cek tahi lalat di tubuh kita. Kalau ada yang keliatan aneh, lebih baik waspada daripada nyesel kemudian.

sumber: Healthline