Skip to main content

Ubur-ubur mati masih bisa nyengat, bener gak sih?

Ubur-ubur mati masih bisa nyengat, bener gak sih?

Pernah jalan-jalan di pantai terus liat ubur-ubur udah terdampar, keliatan kaya sobekan plastik bening gitu? Kebanyakan orang pasti mikir “udah mati, aman deh” — eh tapi ternyata pegang dikit, langsung kesengat. Kok bisa ya hewan udah mati masih bisa nyengat?

Jawabannya ada di sel kecil bernama nematocyst. Ini semacam sel penyengat yang jumlahnya ribuan di tentakel ubur-ubur. Yang bikin unik, nematocyst ini gak butuh sinyal dari otak atau sistem syaraf ubur-ubur buat nyala — dia kerja sendiri kayak tombol panah yang tinggal pencet. Begitu ada kontak fisik atau perubahan kimia di sekitarnya, nematocyst langsung menembakkan jarum kecil berisi racun. Dan karena mekanisme ini murni seluler, prosesnya tetap jalan meski ubur-uburnya udah metong. Bahkan potongan tentakel yang udah terpisah dari tubuh utama pun masih bisa nyengat.

Peneliti plankton laut dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI pernah menjelaskan bahwa nematocyst di tentakel dan sebagian tubuh ubur-ubur tetap aktif meskipun individunya udah mati. Artinya, ubur-ubur yang terdampar di pantai bisa jadi berbahaya selama beberapa hari — bahkan sampai beberapa minggu, tergantung jenis dan kondisinya. Kalau kamu tersengat, yang bisa dilakukan pertama kali adalah tuangkan cuka encer ke area yang tersengat selama 30 detik, lalu angkat tentakel yang masih nempel pakai benda (jangan tangan langsung). Jangan digosok pakai pasir atau dikasih alkohol — itu malah bikin racunnya menyebar makin luas.

Jadi intinya, jangan pernah meremehkan ubur-ubur yang udah terdampar di pantai. Meski keliatannya udah “mati total”, sistem pertahanannya masih siaga. Lebih baik aman daripada nyesel kesengat pas lagi jalan-jalan santai, kan?

sumber: Kompas Sains | PMC/NIH